Selasa, 19 April 2011

Perkembangan Sel kelamin Jantan (Spermatogenesis)




Tujuan

       Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum Perkembangan Sel Kelamin Jantan    (Spermatogenesis) adalah untuk mempelajari struktur alat reproduksi jantan secara mikroskopis/ Pada jaringan reproduksi jantan dipelajari perkembangan sel kelamin jantan (Spermatogenesis) dan hal-hal yang berhubungan dengan sel telur.
                 Waktu Pelaksanaan

Hari, Tanggal : Senin, 21 Maret 2011
Waktu : 13.00 – selesai
Tempat : Laboratorium Struktur Hewan, FMIPA , UNHALU










Hasil Pengamatan
                                    1







            2                    3
        
                    






                 4                                                      5

                                                                    

            Keterangan :
1.      Spermatogonium
2.      Spermatogenesis primer
3.      Spermatogenesis sekunder
4.      Spermatid
5.      Sel-sel sertoli
     Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer.
Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder, spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid, spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH. sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon.
     Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.
Tahap-Tahap Spermatogenesis

Spermatogonium

Spermatogonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis. Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosom dan 2N kromatid.

Spermatosit primer

Spermatosit primer merupakan mitosis dari spermatogonium. Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan. Spermatosit primer terbentuk dari 46 kromosom dan 4N kromatid.

Spermatosit sekunder

Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 2N kromatid.

Spermatid

Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.

Sperma

Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Pada tahap ini terjadi diferensiasi. Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang dan siap dikeluarkan.
     Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari Bahasa Yunani Kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. Sel sperma akan membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Peran aktif spermatozoon sebagai gamet jantan sehingga penting pada keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standar kualitas spermatozoa.
  Sperma adalah sel yang diproduksi oleh organ kelamin jantan dan bertugas membawa informasi genetik jantan ke sel telur dalam tubuh betina. Spermatozoa berbeda dari telur yang merupakan sel terbesar dalam tubuh organisme adalah gamet jantan yang sangat kecil ukurannya dan mungkin terkecil. Spermatozoa secara struktur telah teradaptasi untuk melaksanakan dua fungsi utamanya yaitu menghantarkan satu set gen haploidnya ke telur dan mengaktifkan program perkembangan dalam sel telur . Proses pembentukan sperma dikenal dengan istilah spermatogenesis. Disebut juga tahap proliferasi atau perbanyakan. Tempat produksi sperma dinamakan tubulus seminiferus, dan pematangannya dilakukan di epididimis. Sedangkan, dalam hal penyimpanan sperma, organ yang berperan adalah vas deferens.
     Secara struktur spermatozoa dicirikan sebagai sel yang “terperas”, sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya. Spermatozoa memiliki organel-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. Spermatozoa tidak memiliki ribosom, retikulum endoplasmik dan golgi. Sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategis untuk pengefisiensian energi yang diperlukan. Secara struktur ada dua bagian yaitu kepala dan ekor
  Kepala spermatozoa bentuknya bervariasi. Isinya adalah inti (di dalamnya terkandung material genetik) haploid yang berupa kantong berisi sekresi-sekresi enzim hidrolitik. Spermatozoa yang kontak dengan telur, isi akrosomnya dikeluarkan secara eksositosis yang disebut dengan reaksi akrosom. Dalam kepala terdapat inti dan akrosom. Inti mengandung bahan genetis, dan akrosom mengandung berbagai enzym (Hyaluronidase, kemotrypsin, dan lysin) yang bersifat proteolitik yang berfungsi menghancurkan pelindung ovum / corona radiata dan lendir penghalang saluran kelamin betina.
  Ekor berporoskan flagellum. Flagellum ini memiliki rangka dasar, disebut axonem yang dibentuk oleh 9 duplet dan 2 singlet mikrotubul. Ekor mengandung sentriol (sepasang), mitokondria dan serat fibrosa. Ekor sperma terdiri atas tiga bagian yaitu middle piece, principal piece dan end piece. Ekor ini berfungsi untuk pergerakan menuju sel telur. Ekor yang motil itu pada pusatnya sama seperti flagellum memiliki struktur axoneme yang terdiri atas mikrotubul pusat dikelilingi oleh Sembilan doblet mikrotubul yang berjarak sama satu dengan yang lainnya. Daya yang dihasilkan mesin ini memutar ekor bagaikan baling-baling dan memungkinkan sperma meluncur dengan cepat. Keberadan mesin pendorong ini tentunya membutuhkan bahan bakar yang paling produktif yaitu gula fruktosa yang telah tersedia dalam bentuk cairan yang melingkupi sperma.
      KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan berbagai referensi yang ada, kami dapat menarik kesimpulan, yaitu :
1.      Sperma merupakan sel kelamin dari organ kelamin jantan.
2.      Beberapa tahap spermatogenesis yaitu : spermatogonium, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid dan sperma.
3.      Sperma terdiri atas kepala, leher dan ekor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar